Penempatan Kode SPP Dan Alasannya

Penempatan Kode SPP adalah salah satu tutorial dari StupidPie 101

<?php echo spp( get_search_query() ); ?>

Adalah default trigger untuk memanggil fungsi SPP, dimanakah kode ini harus di sisip kan? Penempatan kode spp kalau mengikuti dokumentasi awal nya adalah pada halaman ‘search.php‘ template kita masing masing, dan untuk single post dipasang di ‘single.php

default penempatan kode spp

Apakah harus selalu seperti ini? Jawabannya adalah jelas tidak. Tugas kita masing – masing adalah untuk mengembangkan dan menyesuaikan penempatan kode spp dengan theme yang sedang kita gunakan.

Pada artikel kali ini, kita akan mengenal lebih jauh tentang fungsi ‘loop‘ nya wordpress, struktur dari sebuah single post, dan dimana kita bisa menyisipkan kode SPP kita agar terlihat lebih natural atau menyatu dengan theme kita.

The Loop

WordPress sebagai CMS yang menawarkan fungsi dynamic dalam struktur nya, memberikan kita kebebasan untuk menampilkan artikel di tempat yang kita mau, dan secara keseluruhan akan terlihat sama dari sisi visitor, menu yang sama, widget yang sama, footer yang sama, dsb. Maka dari itu kita biasa melihat file header.php, sidebar.php, footer.php, dst.

Semua file itu adalah template, atau sebuah wadah yang harus kita isi dengan content, dan tergantung dari webmaster masing – masing website, untuk mengisi content tersebut, agar semuanya bisa menyatu dan tidak terkesan berantakan. *Walaupun ini sebenarnya cuma mempermudah google untuk menentukan struktur atau markup dalam sebuah website (IMHO)*

Keuntungan yang bisa kita manfaatkan adalah, kita memiliki stupidpie sebagai content generator, maka yang tersisa adalah dimana kita harus memposisikan si content hasil dari stupidpie ini, betul?

Contoh Loop di WordPress

Berikut adalah contoh dasar dari loop function pada CMS WordPress.

<?php
<!-- Memulai Loop. -->
 <?php if ( have_posts() ) : while ( have_posts() ) : the_post(); ?>

 <!-- Memastikan apakah post berikut ada di kategori 3. -->
 <!-- Kalau benar ada, maka akan diberikan div dengan class "post-cat-three". -->
 <!-- Kalau bukan kategori 3, hanya diberikan div "post". -->

 <?php if ( in_category( '3' ) ) : ?>



<div class="post-cat-three">
 <?php else : ?>



<div class="post">
 <?php endif; ?>


 <!-- Menampilkan judul, sebagai link menuju post sebagai permalink. -->




<h2><a href="<?php the_permalink(); ?>" rel="bookmark" title="Permanent Link to <?php the_title_attribute(); ?>"><?php the_title(); ?></a></h2>





 <!-- Menampilkan tanggal (November 16th, 2009 format) dan semua post milik author. -->

 <small><?php the_time('F jS, Y'); ?> by <?php the_author_posts_link(); ?></small>


 <!-- Menampilkan isi post, dalam div. -->




<div class="entry">
 <?php get_template_part( 'content', 'single' ); ?>
 </div>





 <!-- Menampilkan list kategori,masing - masing dipisahkan oleh koma. -->



<?php _e( 'Posted in' ); ?> <?php the_category( ', ' ); ?>

 </div>



 <!-- tutup div isi post -->


 <!-- Loop berhenti (tapi bagian "else:" masih berjalan - lihat baris selanjutnya). -->

 <?php endwhile; else : ?>


 <!-- "if" yang pertama, menentukan apakah ada post yang bisa ditampilkan atau tidak -->
 <!-- Bagian "else" berikut, menentukan apa yang harus ditampilkan jika tidak ada post. -->
 
 <!-- Bagian inilah yang harus selalu kita cari, atau kita jadikan pedoman -->
 <!-- untuk bagian yang sudah pasti tapi belum tentu harus kita isi fungsi untuk memanggil SPP -->



<div class="entry">
 <?php get_template_part( 'content', 'none' ); ?>
 </div>




 <!-- Akhir dari seluruh fungsi The Loop. -->
 <?php endif; ?>
?>

Panggil SPP pada tempatnya

Sebelum meletakkan fungsi spp, kita harus putuskan dulu, pada bagian apa yang kita butuhkan supaya si SPP ini muncul. Biasanya kita butuh SPP pada halaman search dan single post, dari sini aja penempatan kode spp nya sudah harus dibedakan, karena seperti yang kita lihat di atas, bagian yang menampilkan post(kalau ada) dan bagian yang tidak ada post.

Baca juga:   Best Combo! AGC Dojo Plus WP Automatic

Bila ingin menampilkan SPP di single post

Perhatikan berikut ini:





<div class="entry">
<?php get_template_part( 'content', 'single' ); ?>
</div>




<?php get_template_part( ‘content’, ‘single’ ); ?> saja sudah memanggil fungsi/halaman lain, maka kalau kita ingin SPP tampil pada single post, kita harus mencari file apakah yang bertanggung jawab untuk fungsi ini.

Tanpa terlalu banyak mengupas detail dari fungsi tersebut (karena kepanjangan), yang perlu kita cari disini adalah file ‘content-single.php‘, karena file itu lah yang bertanggung jawab untuk menampilkan isi dari single post kita.

Pada file ‘content-single.php’, kemungkinan besar kita akan bertemu dengan kode seperti ini:

...



<div class="entry-content">
 <?php the_content(); if ( '' !== get_the_author_meta( 'description' ) ) { get_template_part( 'biography' ); } ?>
 </div>



...

Dari sini, kita simpulkan bahwa kode SPP akan tampil selaras dengan theme kita kalau kita panggil sesudah baris ‘<div class=”entry-content”>‘ dan sebelum kode ‘<?php the_content(); …‘ sehingga akan terlihat seperti ini:

...

<div class="entry-content">
 <?php $keyword = single_post_title( '', 'false' ); echo spp($keyword); ?>
 </div>

...

Karena niat kita adalah menggantikan si the_content() ini, yang pada dasarnya kita tidak punya, bisa dimengerti ya? Kalau belum, coba di ulang baca pelan pelan lagi 🙂

Penempatan Kode SPP Untuk Halaman Search

Tentu saja dari contoh di atas, dengan mudah kita bisa simpulkan file yang harus kita cari adalah ‘content-none.php‘, sesuai dengan urutan kode panjang pertama di awal artikel ini. Kalau dijadikan kalimat, kode di awal tadi akan jadi seperti ini: “Apakah kita ada di kategori 3? Apakah di kategori 3 ada artikel nya? Kalau ada, tampilkan. Kalau tidak ada, bilang tidak ada.

Baca juga:   Menampilkan Single Post Pada Theme Musicii

Dan fungsi agc adalah? Mengadakan apa yang tadinya tidak ada *ngawur* =D

Semoga paragraf sebelumnya bisa dimengerti ya, karena itu penting, itu logika yang harus kita cari supaya kita bisa tau, kapan kita harus mencari file yang bertanggung jawab untuk content, dan dimana kita harus meletakkan kode SPP nya, dan sekaligus inti dari artikel ini… oke lanjut lagi.

Isi dari ‘content-none.php‘ adalah sebagai berikut:

...
 <?php elseif ( is_search() ) : ?>

<?php _e( 'Sorry, but nothing matched your search terms. Please try again with some different keywords.', 'twentysixteen' ); ?>

 <?php get_search_form(); ?>

 <?php else : ?>

<?php _e( 'It seems we can't find what you're looking for. Perhaps searching can help.', 'twentysixteen' ); ?>

 <?php get_search_form(); ?>

 <?php endif; ?>
 </div>


<!-- .page-content -->
...

Ini adalah 2 kode yang bertanggung jawab untuk munculnya kalimat – kalimat yang sudah tentu ingin kita ganti dengan kode SPP kita. Disini kita diberi pilihan lagi, untuk menggunakan keduanya, atau hapus salah satu. Lebih baik kita konsisten dan hapus salah satunya saja ya.

Seperti contoh sebelumnya, hasil akhirnya akan terlihat seperti ini:

...
	<?php elseif ( is_search() ) : ?>

<?php $keyword = get_search_query(); echo spp($keyword); ?>

 <?php get_search_form(); ?>

 <?php endif; ?>
 </div>


<!-- .page-content -->
...

Paham arti kode di atas? Harusnya sampai sini sudah bisa mendapatkan bayangan untuk letak penempatan kode spp yang baik dan benar. Dan buat yang belum bisa bayangin, berarti harus dibaca sekali lagi dari awal 🙂

Penutup

Kalau penempatan sudah benar, dan template sudah dibuat sesuai dengan artikel konfigurasi dasar spp, tinggal di bantu indexing websitenya aja pake tool gratis yang satu ini: AGC Indexer

AGC Indexer

Produk dalam negri loh 🙂 Gunanya untuk membantu menampilkan link di depan mata googlebot sehingga akan di crawl dan otomatis akan di index lebih cepat oleh google. Cepetan register & download, sob. Mumpung masih gratis.

Akhir kata, semoga artikel ini bisa membantu untuk memberikan gambaran dan sudut pandang lain untuk menempatkan kode spp. Sampai ketemu di artikel selanjutnya.

2 comments

  • Hello, guest